Makanan dengan nama aneh, kerupuk ala Bandung

Hari ini, ada teman saya datang ke kantor, untuk suatu keperluan. Yang menyenangkan adalah, dia membawa banyak oleh-oleh, aneka macam kerupuk. Kurang lebih ada 50 bungkus. Dalam sekejap, yang namanya kerupuk, untuk orang Bandung, adalah makanan yang sangat berharga, bagaikan emas perak, tanpa malu-malu atau berpura-pura basa-basi teman-teman di kantor saya memebersihkan semuanya dan hanya menyisakan kantong plastic kereknya saja. Tentunya saya sebagai orang yang bekerja di kementerian urusan masak dan  makan, tidak mau ketinggalan. Dan saya pun berhasil mengambil paling banyak J.

Kerupuk tersebut adalah:

  • Kerupuk Bondon: Kerupuk ini memang menggunakan nama bondon [Slank Sunda: wanita malam], saya juga tidak tahu kenapa, sekarang dikenal dengan nama gurilem. Saya kenal kerupuk ini, dulu sewaktu pertama pindah ke Bandung, di SMP banyak anak nyemilkerupuk ini, sampai 2-3 bungkus. Bentuknya seperti cendol digorenglah, dengan warna pucat atau merah karena cabe atau pewarna. Rasanya ya, asin gurih, nikmat dan tentu saja pedas betul. Kerupuk bondon ini masuk dalam top kerupuk yang digemari di Bandug. Menurut informasi yang belum tentu benar, katanya banyak di produksi di Banjaran dan Ciamis.
  • Kerupuk Seblak: Kerupuk yang bentuknya agak bulat tidak beraturan dan agak kecil, rasanya ada yang ikan atau udang, tapi yang pasti, agak mirip-mirip pedas sama gurihnya dengan kerupuk bondon.
  • Kerupuk Jengkol: Nah kalau yang satu ini sesuai dengan namanya yang ajaib, bahan dasarnya jelaslah menggunakan jengkol yang terkenal seantero jagad Indonesia. Biasanya kerupuk jengkol ini tidak pedas, asin gurih dan aroma jengkol yang kuat. Kalau kebanyakan menurut beberapa orang bisa jengkoleun.
  • Kerupuk Mie Turki: KErupuk ini dari namanya jelas berbentuk seperti mie, rasanya standar enak, asin gurih. Tapi nama Turkinya saya tidak tahu didapat karena apa, atau hanya sekedar judul saja.
  • Kerupuk Bakso Pedes: Nah yang satu ini terbuat dari bakso aci [kanji] diiris tipisdigoreng dan dicampur dengan bubuk cabe yang super pedas. Rasanya asin gurih, aroma bakso dan pedas.

 

Bagi orang Bandung, kerupuk sudah menjadi bagian budaya makan. Hampir semua cara makan menggunakan kerupuk,  dipakai untuk makan dengan nasi dan lauk lainnya. Makan bakso pakai kerupuk. Makan lotek pakai kerupuk. Makan rujak pakai kerupuk. Makan soto pakai kerupuk. Makan surabi pakai kerupuk.  Makan es pakai kerupuk. Apalagi ya, pokoknya banyak deh…..

 

Hanya sayangnya sekarang ini mencari kerupuk-kerupuk yang saya sebut diatas tidak semudah dulu, agak sulit, harus ke daerah pinggiran…

7 Comments (+add yours?)

  1. Lina
    Jul 15, 2010 @ 04:32:30

    Hari ini mah lengkap deh, report plus tester. Terima kasih, Bro.
    As always… janten kabita euy 🙂

    Reply

  2. Joshua
    Jul 15, 2010 @ 04:35:07

    Hahahaha… thank you mama Nicho yang udah bawain krupuknya…..

    rasanya bener-bener bikin mata seger🙂 ditengah kejenuhan pekerjaan ini wkwkwkwkwk

    Reply

  3. mei linda
    Jul 15, 2010 @ 08:48:24

    gw senangnya mah mie turky…. like thisss banget dechhhh

    Reply

  4. menterimasak
    Jul 15, 2010 @ 10:17:54

    mangga atuh…

    Reply

  5. Asep Ramdan
    Oct 15, 2010 @ 22:04:54

    cobian ini mah kurupuk kaleng

    Reply

  6. Akbar_BRDC
    Nov 25, 2010 @ 04:20:53

    wah mantabs infonya ..
    btw, masih suka nulis tentang Kota Bandung kang ?

    Reply

  7. aryabonda
    Sep 12, 2016 @ 16:49:09

    Sekaralas Mi Jawa aseli pake anglo ala Yogya di BAndung https://www.facebook.com/kedaisekaralas/?fref=ts

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: