Bubur Ayam Handayani ~ Setiabudi Bandung

MAs Gunawan

Ada syarat bubur ayam layak dikatakan enak [in my humble opinion ya]: panas, terasa kaldu ayamnya, tidak terlalu kental, mungkin agak encer, tapi tidak terlalu encer juga, dan topping yang pas serta melimpah ruah.
Nah di Bandung, kota tanah air beta, ada banyak bubur yang memenuhi syarat yang saya sebutkan tadi. Salah satunya Bubur Ayam Handayani, letaknya di Jl. Setiabudi, dari Setiabudi Supermarket, kebawah sedikit, di depan Sosis Jerman Bratwurst. Saya cukup sering makan di tempat ini, terutama kalau hari kerja, sekalian ke kantor yang berada di sekitar TKP. Dulu, tempat ini tidak terlalu ramai, sekarang wah, ramai sekali, kadang-kadang sampai antri. Jangan kuatir, pelayanan mas Gunawan [onwner, sekaligus yang melayani] sangat baik, cepat dan sangat bisa dihandalkan. Sesuai dengan namanya Handayani, berarti “memberikan dorongan/kekuatan” apa diambil dari Tut Wuri Handayani ya mas Gunawan? Atau bisa juga berarti”Handal Dalam Melayani”. Mas Gunawan yang katanya asli Wonosari, Gunung Kidul, Jogja ini melayani pelanggannya dibantu sang istri dan dua orang lainnya. Selain berjualan bubur dia juga bekerja sebagai sekuriti dan pembantu umu di klinik sebelah Sosis Jerman Bratwurst berada.
Untuk buburnya, ini yang paling penting. Bagi saya bubur di tempat ini panasnya mantap, sehingga disantap di pagi hari yang dingin seperti di Bandung ini sangat cocok. Yang tidak kalah penting adalah toppingnya. Sekilas topping buburnya mirip dengan di tempat lain, yang membedakan banyaknya. Ayam suwir, merica bubuk, cakue, kacang kedele goreng, irisan telur, bawang dan kelapa goreng, irisan daun bawang dan yang menarik ada tambahan dua buah sate jeroan ayam yang sudah direbus dengan bumbu. Kemudian bubur beserta toppingnya ini disajikan bersama dengan semangkuk kerupuk, dan air teh tawar panas. Nikmat sekali, apalagi saya menyukai pedas, sambalnya di sini super pedas dan menambah aroma, saya pikir sambalnya juga dimasak pakai bumbu bawang merah dan bawang putih. Saya biasanya memesan bubur tanpa kecap manis, cukup kecap asin saja tentunya plus topping dan sambal super pedasnya. Bagi saya bubur ini salah bubur ala tradisonal tempo dulu yang menjadi favorit saya.

Silahkan mencoba, selamat menikmati suasanya pagi, di pinggir jalan turunan Setiabudi, diantara deru motor dan mobil aktifitas pagi hari. Di antara antrian dan ramainya pembeli. Suasana kuliner kaki lima pagi ala Bandung. Suasana khas yang berbeda dengan kota lainnya. Pesan saya, hati-hati biasanya sebelum jam 09.00 bubur sudah habis alias tutup.

6 Comments (+add yours?)

  1. Anto
    Jul 09, 2010 @ 01:49:26

    Ntar kalau ada waktu coba akh…

    Reply

  2. menterimasak
    Jul 09, 2010 @ 02:01:33

    coba dong, deket khan…. gak terlalu mahal juga….

    Reply

  3. ulil
    Aug 08, 2011 @ 15:00:02

    saya telah membuktikan kata sang pemilik motonya “enak,bersih dan sehat”

    memang benar kenyataannya dan yang paling berkesan pelayanannya yang familyar

    Reply

  4. ulil
    Oct 28, 2011 @ 10:21:23

    terimakasih,ditunggu kedatangannya ya……..

    Reply

  5. D'gins Ginanjar
    Jan 07, 2012 @ 03:51:15

    WAH MANTEP BENER….SETIAP HARI SAMBIL BERANGKAT GAWE, SAYA SELALU MAKAN BUBUR INI…..
    MANTEUP…MAKASIH PAK WAWAN……TELAH MENYEDIAKAN SOLUSI SARAPAN TERDEPAN… Heheheeheehehe

    Reply

  6. aryabonda
    Sep 12, 2016 @ 16:47:48

    Silahkan coba juga Sekaralas mi Jawa di Bandung… aseli…. pake anglo…
    https://www.facebook.com/kedaisekaralas/?fref=ts

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: